Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2019

Lobi Politik Jokowi ke Prabowo - Tagar News



https://www.tagar.id/Asset/uploads/788877-jokowi---prabowo.jpeg

Pertemuan Jokowi-Prabowo Jelang Pilpres | Presiden Joko Widodo berbincang bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di teras Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17/11/2016. (Foto: Biro Pers Istana).



Jakarta - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Raja Juli Antoni membenarkan ada upaya rekonsiliasi dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang mendelegasikan seseorang untuk menjembataninya bertemu dengan capres Prabowo Subianto, guna mencari solusi pasca Pilpres 2019 dimana saat ini tensi politik kian memanas bagi kedua kubu.

“Ya, kemarin Pak Jokowi menyampaikan itu. Pak Jokowi juga menyampaikan, meskipun perbedaan tajam, enggak bisa berkompetisi ketika pemilu, tetapi setelah pemilu ya tetap harus ada komunikasi. Maka itu, Pak Jokowi mengirim seseorang untuk komunikasi dengan Pak Prabowo,” kata Toni, saat dihubungi Tagar News melalui sambungan telepon, Jumat malam 19 April 2019.

Lebih lanjut kata dia, Presiden Indonesia Jokowi sudah memberi ancang-ancang pemilu damai, sebelum memasuki masa pencoblosan 17 April 2019.

Biasanya mereka saling telepon ucapkan selamat. Jadi itulah demokrasi menjadi pemenang yang baik, maupun pecundang yang keren. Cuman nampaknya di kita (Indonesia) belum ada.

"Pak Jokowi sudah memberikan sinyal positif pada saat debat. Beliau katakan bahwa hubungan persaudaraan antara mereka (Jokowi-Prabowo) tidak akan putus," jelasnya.

Toni berpendapat, adapun disparitas politik yang kian meruncing pasca pilpres ini dapat segera tertangani, kalau saja elit-nya lebih arif, lebih dewasa dalam berpolitik.

"Bahwa sebenarnya memang semua orang paham secara konstitusional, hasil real count itu yang akan menentukan, siapa yang menjadi pemenang," terang Sekjen PSI.

Menurutnya, masyarakat akan lebih mengapresiasi mantan Danjen Kopassus itu, apabila mengakui kekalahannya berdasarkan hasil quick count.

"Bahwa quick count itu menjadi salah satu alat untuk mempercepat mengetahui pemenang. Di Amerika sendiri tetap ada yang disebut real count," terangnya.

"Setelah pemilu selesai, semua calon pemimpin melakukan concession speech. Biasanya mereka saling telepon ucapkan selamat. Jadi itulah demokrasi menjadi pemenang yang baik, maupun pecundang yang keren. Cuman nampaknya di kita (Indonesia) belum ada," papar Toni.

Oleh sebab itu ia berharap, mantan suami Titiek Soeharto dapat legowo menerima realitas hasil pesta demokrasi ini, sekalipun kenyataan itu amatlah pahit baginya.

"Jadi terus terang ini sebenarnya soal elit ya, soal Pak Prabowo sebenarnya. Kalau Pak Prabowo bisa legowo, bisa menunjukkan diri sebagai seorang patriot, negarawan, sebenarnya lebih cepat ia mengakui kalah, pastinya itu akan menjadi kekalahan yang terhormat. Dan sejarah akan mencatatkan Pak Prabowo sebagai seorang negarawan," tandasnya.

Toni enggan membocorkan nama utusan Jokowi yang ditugaskan berkomunikasi dengan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Namun, Sekjen PSI memberikan klu, utusan tersebut adalah orang yang dekat dengan Prabowo maupun Jokowi.

“Meskipun saya secara pribadi tidak tahu terus terang siapa yang dikirimkan. Yang pasti, orang yang dekat dengan Pak Jokowi, juga mengenal Pak Prabowo. Siapa orangnya, saya tidak tahu,” ucapnya.

Bicara Empat Mata

Pengamat Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati berpendapat, 'lobi politik' memang diperlukan, guna mencairkan suasana politik yang tengah memanas karena kedua kubu masih saling klaim kemenangan pada pemihan presiden 2019 ini.

"Saya lihat sebenarnya Prabowo Subianto harusnya juga mengiyakan ajakan Jokowi untuk bersama sama menenangkan pendukungnya, untuk tetap jaga sikap dan kondisi sampai hasil resmi KPU. Bukan dengan 3 kali deklarasi kemenangan sepihak," jelas Wasisto dalam keterangan tertulis pada Tagar News, Jumat malam 19 April 2019.

Rekonsiliasi itu perlu diinisiasi, kata Wasisto, baik kubu 01 dan kubu 02 harus bekerja sama untuk hal ini. "Terutama bagi 02, mereka harus segera sadar, bahwa siap kalah. Mengajak untuk menaati apa pun hasil KPU, siap pula merelakan," tambahnya.

Wasisto mengatakan, tak ada salahnya apabila Jokowi memanggil Ketua Umum Gerindra ke Istana, untuk bicara empat mata.

Kemudian, pertemuan dari keduanya harus melahirkan solusi, utamanya untuk menyepakati pemilu damai. Hal itu kiranya akan berimbas menenteramkan kedua pendukung paslon, agar tidak saling menebar kebencian.

"Memanggil Prabowo ke Istana untuk duduk bersama, lalu buat press release bersama, bahwa kini saatnya fokus ke hal lain" terang Wasisto.

"Kemudian, menghentikan ujaran cebong dan kampret karena pilpres telah usai," tandasnya.

Isu people power kadung berhembus ke permukaan. Wasisto menilai, bila benar tindakan tersebut akan dilakukan oleh pendukung paslon 02, menurutnya, gerakan people power tidak dapat dibenarkan. Hal itu justru dapat mencederai demokrasi Indonesia.

"Saya pikir kalau misal terjadi isu people power itu menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpolitik. Kalaupun terjadi people power hanya karena kalah pilpres, itu sudah bisa dikategorikan sebagai tindakan makar," jelasnya

"Kalau misal terjadi huru hara juga, pendukung Prabowo juga tidak berani lawan TNI," tutup Wasisto. []

Baca juga:



Read More

Jumat, 19 April 2019

Kubu Jokowi Tantang Prabowo Buka Data Klaim 'Kemenangan' - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Saksi Pemenangan Nasional (BSNP) DPP PDI Perjuangan Arif Wibowo merespons klaim kemenangan

Prabowo Subianto

-

Sandiaga Uno

 dalam

Pilpres 2019

 atas dasar

real count

pihaknya.

Arif pun menantang kubu BPN Prabowo-Sandi untuk membuka data dan metode penghitungan suara yang mereka lakukan sebagai dasar klaim kemenangan.

"Loh iya, tadi saya bilang silahkan semua diaudit. Supaya kita klaim yang berdasar," ucap Arif di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat (19/4).

Sebagai permulaan, Arif menunjukkan tim yang melakukan penghitungan di berbagai daerah. Metode yang digunakan serta situs pusat penghitungan juga dipaparkan kepada wartawan di kantor DPP PDIP.

Arif mengatakan pihaknya menggunakan sistem yang bernama SIDIAN, kepanjangan dari Sistem Deteksi Dini dan Analisa. Kemudian BSNP melakukan input dan menghitung suara berdasarkan berkas otentik C1 yang diperoleh saksi di setiap TPS. Setelah itu, diinput ke SIDIAN sebagai pusat pengelolaan data.

Sejauh ini, hasil penghitungan SIDIAN, Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi. Namun data yang masuk masih sekitar 7 persen.

"Kita lebih cepat 2,5 kali dibanding KPU. Pada jam 2 siang ini, data kita sudah masuk 7,22 persen atau 58.422 dari 809.376 TPS. Di saat yang sama, KPU baru satu persenan atau sekitar 15 ribuan TPS," tuturnya.

Arif mengatakan data yang diinput dilakukan secara acak. Arif menampik pihaknya mendahulukan penginputan data C1 di TPS basis PDIP. Dokumen C1 yang paling cepat diterima akan langsung diinput setelah diverifikasi.

Arif lalu mengatakan SIDIAN tidak bisa diakses oleh masyarakat. Hanya untuk kalangan PDIP. Meski begitu, dia siap membuka jika kubu Prabowo-Sandi mau menerima tantangan saling membeberkan data dan pola penghitungan.

"Saya kira kalau ada komunikasi kita bisa menunjukkan bagaimana proses ini berlangsung. Harus oleh pihak yang independen," kata Arif.

Di tempat yang sama, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan hal serupa. Pihaknya siap diaudit jika ada yang merasa curiga dengan pola penghitungan ala PDIP.

"Bahkan KPU kalau mau membandingkan data kami dengan Gerindra, BPN, kami juga siap untuk dicek sistemnya, ahli IT, data data yang masuk dokumen C-1 nya, bisa aja dicek secara random," kata Hasto.

Sebelumnya capres nomor 02 Prabowo Subianto mengecam hasil quick count sejumlah lembaga yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf sebagai lembaga abal-abal dan tidak bisa dipercaya.

Prabowo bahkan mengklaim hasil real count pihaknya menyebut mendapat 62 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 38 persen. Atas dasar itu, sejak Rabu (17/4) hingga Kamis (19/4) siang, Prabowo telah tiga kali mendeklarasikan kemenangan dan dua kali sujud syukur.

Hasil penghitungan internal BPN itu pun bertolak belakang dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei. Dari hasil quick count enam lembaga survei yang dipantau oleh CNNIndonesia.com seperti Litbang Kompas, Indo Barometer, LSI Denny JA, Median, Kedai Kopi dan CSIS, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi dengan angka rata-rata di atas 54 persen.

[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)






Read More

Jokowi Kirim Utusan Bertemu Prabowo, Ini Harapan TKN - Tempo.co


TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Johnny G. Plate mengatakan Joko Widodo atau Jokowi sengaja mengutus seseorang untuk menjembatani pertemuannya dengan capres 02 Prabowo Subianto, guna mencairkan suasana politik yang tengah memanas karena kedua kubu masih saling klaim kemenangan di pemilihan presiden 2019 ini.

Baca: Jokowi dan Prabowo Saling Klaim Menang, Simak Perbedaannya

Johnny berharap, dengan pertemuan kedua kandidat capres itu, Prabowo Subianto bisa legowo menerima kekalahannya berdasarkan hasil quick count. "Walaupun hasil quick count tidak legal formal, tapi itu dilakukan secara akademik dan biasa dilakukan dalam pemilu di seluruh dunia. Hasilnya selalu bedanya sedikit sekali (dengan rekapitulasi KPU)," ujar Johnny saat dihubungi Tempo pada Jumat, 19 April 2019.

Menurut Johnny, masyarakat akan lebih mengapresiasi Prabowo jika melakukan hal demikian. "Pak Prabowo seharusnya menyatakan menerima hasil quick count bahwasanya beliau kalah, tapi sesuai UU kita tunggu hasil KPU. Pernyataan ini pasti membuat semua pihak lebih tenang, tapi kalau sampai melakukan manuver yang menabrak konstitusi itu yang tidak baik," ujar Johnny.


Hal-hal seperti manuver yang menabrak konstitusi ini, kata dia, yang ingin dicegah Jokowi sebagai presiden. "Itu tujuan Pak Jokowi mengirim utusan," ujarnya.

Baca: Jokowi Deklarasikan Kemenangan dengan Suara 54,5 Persen

Johnny enggan membocorkan nama utusan Jokowi yang ditugaskan berkomunikasi dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Namun, Wakil Ketua TKN Johnny G. Plate memberi klu, utusan tersebut adalah orang yang dekat dengan Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan telah mengirim utusan untuk menemui Prabowo. Jokowi mengatakan ingin berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau," katanya di Resto Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

Jokowi menuturkan ia ingin bertemu Prabowo demi mendinginkan tensi di antara kedua pendukungnya pascapemilihan presiden 2019. "Sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar, aman, damai, dan tidak ada sesuatu apapun," ujarnya.

Namun, sampai kemarin, Prabowo mengaku belum menerima kunjungan utusan Jokowi itu. "Belum, belum, belum," kata Prabowo singkat seusai deklarasi kemenangan di teras rumahnya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2019.

Baca: Prabowo Mengaku Belum Bertemu Utusan Jokowi

Kendati begitu, Prabowo mengimbuhkan bahwa hubungannya dengan Jokowi akan tetap baik. "Belum ada. Tapi yang jelas hubungan saya baik dengan beliau dan semua ya, kita ingin baik," kata Prabowo.

DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI



Read More

Jokowi Kirim Utusan ke Prabowo, Apa Hasilnya? - Tagar News



https://www.tagar.id/Asset/uploads/617260-prabowo-subianto.jpeg

Capres Prabowo Subianto sesaat setelah memberikan pidato di depan dua ratusan massa pendukungnya pada Rabu (17/4/2019). (Foto: Tagar/Eno Suratno Wongsodimedjo)



Jakarta - Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengirim utusan untuk bertemu dengan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Lantas apa hasil dari penyampaian utusan tersebut?

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Usman Kansong mengatakan, utusan dikirim guna menjajaki kemungkinan pertemuan antara dua belah pihak yang sempat bersaing dalam Pilpres 2019.

Usman juga menegaskan orang yang dikirim, merupakan utusan dari Jokowi dan bukan perwakilan pihaknya. Menurutnya, belum ada rencana untuk mengirimkan utusan dari TKN untuk bertemu pihak capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kemarin kan presiden yang bicara, mengirim utusan ke pak Prabowo, untuk menjajaki kemungkinan pertemuan antara pak Jokowi dengan pak Prabowo, kan itu yang disampaikan pak Jokowi kemarin," kata Usman kepada Tagar News, melalui sambungan telepon pada Jumat, 19 April 2019.

"Itu (utusan) Pak Jokowi. TKN sih belum ada," imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi apakah isi yang disampaikan oleh utusan Jokowi ada hubungannya dengan memanasnya situasi politik paska-pilpres, Usman memilih bungkam. 

Dia menduga pembicaraan hanya berkisar tentang ajakan pihak Jokowi agar tetap menjaga silaturahmi. Pasalnya, hal tersebut memang sudah lebih dulu disampaikan berulang-ulang oleh Jokowi sebelum gelaran pilpres berlangsung.

"Saya kira nggak ya. Pak Jokowi kan di Djakarta Theater mengatakan, dan sejak awal dia mengatakan dalam debat, bahwa persaudaraan tetap terjalin. Di debat keempat dan kelima kan Pak Jokowi mengatakan itu," tegas Usman Kansong.

Sementara Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agnes Marcellina justru mengaku tidak tahu menahu mengenai isi agenda pertemuan antara utusan Jokowi dengan pihak Prabowo.

Agnes mengatakan bahwa dirinya belum bisa mengonfirmasi apapun terkait pertemuan tersebut, lantaran belum ada informasi yang masuk kepadanya.

"Saya belum bisa mengkonfirmasi apa-apa mengenai pertanyaan itu, karena belum mendengar siapa yang diutus TKN dan lain-lain. Belum ada di informasi saya," tegas Agnes Marcellina.

Utusan disebut Jokowi guna mengajak rival politiknya dalam kontestasi pemilihan presiden 2019 itu untuk bertemu dan menjalin komunikasi paska Pemilu 2019."Belum. Belum dengar. Ini wartawan malah yang lebih canggih daripada kita," ujar Agnes saat dihubungi Tagar News, Jumat 19 April 2019.

"Saya belum bisa mengkonfirmasi apa-apa mengenai pertanyaan itu, karena belum mendengar siapa yang diutus TKN dan lain-lain. Belum ada di informasi saya," lanjut Agnes.

Diketahui sebelumnya, capres Jokowi mengatakan bahwa dirinya telah mengutus seseorang pada Kamis siang, 18 April 2019 untuk bertemu dengan Prabowo Subianto dan menjalin komunikasi pasca Pemilu 2019.

Utusan disebut Jokowi guna mengajak rival politiknya dalam kontestasi pemilihan presiden 2019 itu untuk bertemu dan menjalin komunikasi paska Pemilu 2019.

"Tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau ya agar kita bisa berkomunikasi dan kalau bisa bertemu," kata Jokowi dalam jumpa pers di Restoran Plataran, Jakarta pada Kamis 18 April 2019.

Mantan Wali Kota Solo dua periode itu menjelaskan, pertemuan dilakukan untuk menjelaskan kepada rakyat bahwa Pemilu 2019 selesai dengan lancar, aman, dan damai. Dirinya bersama calon wakil presiden Ma'ruf Amin juga mengaku akan tetap menjaga silaturahim dengan Prabowo dan Sandiaga.

Baca juga:



Read More

Kamis, 18 April 2019

Jokowi Kirim Delegasi, Prabowo Deklarasi Lagi - detikNews






Jakarta

-
Calon presiden Joko Widodo (

Jokowi

) mendorong terjalinnya rekonsiliasi pasca-

Pilpres 2019

dengan mengirim utusan bertemu dengan capres

Prabowo Subianto

. Di lain lokasi, Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangan di depan pendukungnya.

Penegasan ini disampaikan Jokowi setelah berkumpul dengan ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Siapa utusan yang diutus Jokowi? Capres nomor urut 01 ini belum memerincinya.

"Sudah sering saya sampaikan bahwa persahabatan dan tali silaturahmi kami semuanya, saya dan juga Pak KH Ma'ruf Amin, tidak akan putus dengan Pak Prabowo maupun Pak Sandi. Sehingga tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau. Agar kita bisa berkomunikasi, dan kalau bisa bertemu," kata Jokowi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).




"Sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar, aman, damai, dan tidak ada sesuatu apa pun," katanya.









Read More

Jokowi Sebut 12 Lembaga Survei Hitung Suaranya 54,5 Persen - tirto.id

12 lembaga survei yang menghitung cepat menunjukkan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 54,5 persen, sedangkan Paslon 02, Prabowo-Sandi 45,5 persen.



tirto.id -

Capres 01, Joko Widodo menyebut 12 lembaga survei telah 100 persen menggelar hitung cepat Pilpres 2019. Hasilnya Paslon 01, Jokowi Ma'ruf 54,5 persen, sedangkan Paslon 02, Prabowo-Sandi 45,5 persen.

"Hasil quick count dari 12 lembaga survei telah memberikan angka yang jelas," ujar dia, di kawasan Menteng, Jakarta pusat, Kamis (18/4/2019).


Ia mengumumkan ini, karena usai pencoblosan, Rabu (17/4/2019), belum mengumkan keunggulan Pilpres 2019, karena lembaga survei baru menghitung 70 persen dari sampel TPS yang disurvei.pel TPS yang disurvei.










"Tapi hari ini, setelah sampai hampir 100 persen. Kami menyampaikan dari 12 lembaga survei, Jokowi-Amin mendapatkan persentase 54,5 persen dan Prabowo-sandi 45,5 persen," ucap dia.

Jokowi juga mengatakan, quick count dibuat secara ilmiah. Berdasar pengalaman Pemilu 2014 silam, Jokowi menilai tingkat akurasinya mencapai 99 persen hampir sama dengan real count.


"Namun demikian, kita harus tetap sabar tunggu hasil hitung resmi dari KPU. Penghitungan resmi dari KPU, yang kita harapkan secepatnya bisa diselesaikan," kata dia.


Jokowi mengucapkan terima kasih kepada KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara pemilu (DKPP) yang telah mengerjakan proses pemilihan umum secara jujur dan adil.


"Terima kasih juga kepada TNI-Polri yang telah jaga keamanan, ketertiban, sehingga pemilu berjalan lancar dan damai," ujar dia.







Sebelumnya, Jokowi usai pencoblosan, Rabu (17/4/2019) di
Djakarta Theater, enggan menyebut kemenangan setelah unggul hitung cepat menurut sejumlah lembaga survei. Ia memilih menunggu keputusan KPU terkait penghitungan suara resmi.







Read More

Jokowi Utus Seseorang Bertemu Prabowo, Ada Apa? - CNBC Indonesia



Jakarta, CNBC Indonesia

- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan persahabatan dan tali silaturahim dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak akan putus.

Hal itu disampaikan Jokowi saat mengumpulkan seluruh ketua umum dan sekretaris jenderal Koalisi Indonesia Kerja untuk bertemu di Resto Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). Turut hadir cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin.

"Sehingga tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau. Agar kita bisa berkomunikasi, dan kalau bisa bertemu sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar, aman, damai dan tidak ada sesuatu apapun," kata Jokowi.

Saat ditanya apa yang hendak disampaikan, Jokowi memberikan jawaban normatif.

"Nanti setelah bertemu baru kita sampaikan. Bertemu saja belum," ujarnya.





Dalam keterangan pers di Resto Plataran, Jokowi menyampaikan beberapa hal. Salah satunya adalah ucapan selamat yang diperoleh dari berbagai kepala negara dari siang hingga sore tadi.

"Kita telah menerima telepon dari Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad, dan PM Singapura Lee Hsien Loong, dan juga dari Presiden Turki (Recep Tayyip) Erdogan. Dan juga 22 negara lainnya," kata Jokowi.

Ucapan selamat tidak hanya kepada pasangan Jokowi-Amin yang unggul dalam hasil hitung cepat berbagai lembaga. Ucapan selamat lain ditujukan kepada masyarakat Indonesia atas kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019.





Sebagai informasi, hasil quick count Pilpres 2019 yang dilakukan mayoritas lembaga survei hingga pukul 15.45 WIB, sudah mencapai 99%. Berikut hasil quick count pada pukul 15.45 WIB di lima lembaga survei Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandi:

Litbang Kompas : 54,43% Vs 45,57% (Total Suara Masuk : 99,95%)

LSI Denny JA : 55,81% Vs 44,19% (Total Suara Masuk : 99,85%)

Indo Barometer : 54,32% Vs 45,68% (Total Suara Masuk : 99,67%)

CSIS-Cyrus Network : 55,70% Vs 44,30% (Total Suara Masuk : 99,9%)

Simak video terkait tantangan presiden terpilih di bawah ini.[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)







Read More

Jokowi Vs Prabowo Terus Saling Kejar, Inilah UPDATE TERKINI Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 - Tribun Madura


Jokowi Vs Prabowo Terus Saling Kejar, Inilah UPDATE TERKINI Hasil Real Count KPU Pilpres 2019


TRIBUNMADURA.COM, JAKARTA - Rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019, baik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) mulai dilakukan oleh KPU RI, setelah Rabu (17/4/2019) digelar pemungutan suara.


Khusus Pilpres 2019, hingga Kamis (18/4/2019) hari ini, proses rekapitulasi suara KPU alias real count KPU Pilpres 2019 masih terus berlangsung. Data yang masuk juga dinamis dan hasilnya bisa berubah setiap saat.


Hal ini, tak lepas dari tahapan yang harus dilalui dalam proses penghitungan suara (real count KPU Pilpres 2019). Yakni, setelah semua pemilih mencoblos di TPS, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) KPPS mencatat jumlah suara ke dalam formulir model C1.


Formulir model C1 adalah sertifikat hasil penghitungan suara, yang terbagi untuk presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.


HASIL REAL COUNT KPU PILPRES 2019 Terupdate, Data Semakin Banyak, Jokowi vs Prabowo Siapa Unggul?


Lalu, kotak suara dan dokumen administrasi lainnya diberikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan.


Kemudian rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota, lantas rekapitulasi di tingkat provinsi oleh KPU provinsi. Terakhir, rekapitulasi dilakukan di tingkat nasional oleh KPU RI.


Selain itu, KPU juga akan mempublikasikan hasil penghitungan tersebut melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng Pemilu 2019. Ini untuk membantu proses publikasi hasil pemilu ke masyarakat.


QUICK COUNT DI Grafis Pilpres Metro TV Prabowo-Sandi Sempat Menang & Viral, Ini Fakta di Baliknya




Read More

Rabu, 17 April 2019

Jokowi Unggul Quick Count: Sujud Prabowo, Cegukan Sandiaga - Tempo.co


TEMPO.CO, Jakarta -  Dua kali muncul di panggung yang berada di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Calon Presiden Prabowo Subianto tak ditemani Sandiaga Salahudin Uno. Padahal, Rabu, 17 April 2019 sore itu, ribuan pendukung pasangan ini sudah menyemut di sekitar panggung yang berada di rumah orang tua Prabowo ini untuk mendengarkan pengumuman hitung cepat (quick count).

Baca: Kubu Prabowo Klaim Unggul 55,4 Persen Versi Exit Poll Internal

Prabowo muncul pertama kali di hadapan pendukungnya sekitar pukul pukul 16.45 WIB. Ia menyampaikan pernyataan publik tentang lembaga-lembaga survei yang melakukan hitung cepat telah bekerja untuk 'satu pihak'.

Ia juga menambahkan berdasarkan exit poll dan quick count yang dilakukan internal kubu 02, maka ia dan Sandiaga adalah pemenang pilpres 2019. "Saya tegaskan juga disini pada rakyat, bahwa ada upaya lembaga-lembaga survei tertentu yang memang sudah bekerja untuk satu pihak, untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah," kata Prabowo disambut riuh para pendukung-pendukungnya.


"Exit poll kita di 5000 TPS (Tempat Pemungutan Suara), menunjukkan kita menang 55,45 persen. Hasil quick count, kita menang 52,25 persen," ujar dia yang lagi-lagi disambut gegap gempita pendukung 02.

Saat ini, setidaknya temuan tiga lembaga survei pelaku hitung cepat (quick count) pilpres 2019 berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan Prabowo. Lembaga-lembaga itu menemukan bahwa calon inkumben Jokowi mendapat perolehan suara lebih banyak daripada Prabowo. Tiga lembaga itu adalah Indikator, Indo Barometer, dan Charta Politika.

Simak juga: Tak Temani Prabowo, Sandiaga Dikabarkan Sakit Cegukan

Quick count Indikator pada pukul 23.54 WIB menunjukkan Jokowi unggul dengan perolehan suara 53,91 persen, Prabowo 46,09 persen, total suara masuk 95,70 persen. Indo Barometer menunjukkan Jokowi unggul dengan perolehan suara 54,35 persen, Prabowo 45,65 persen, total suara masuk 98,17 persen. Dan Charta Politika menunjukkan Jokowi unggul dengan perolehan suara 54,32 persen, Prabowo 45,68 persen, total suara masuk 97,95 persen.

Saat membuat pernyataan ini, Prabowo tak ditemani sang calon wakil presiden, Sandiaga Uno. Padahal, Sandiaga telah berada di dalam rumah Kertanegara sedari siang pukul 13.00 WIB.

Usai Prabowo memberikan statemen itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa Sandiaga akan menemui para hadirin beberapa saat kemudian. Namun apa yang dikatakan Dahnil tak kunjung menjadi kenyataan.

Pukul 20.30 WIB, Prabowo kembali muncul di panggung Kertanegara untuk kedua kalinya. Kali ini, ia secara terang-terangan memproklamirkan diri sebagai pemenang pilpres 2019. "Berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62 persen. Ini adalah hasil real count di lebih dari 320 ribu TPS (Tempat Pemungutan Suara)," kata Prabowo, sorak gembira para hadirin langsung bergemuruh menyambut pernyataan itu.

"Ini kemenangan bagi rakyat Indonesia, seluruh rakyat Indonesia, dan saya akan jadi presiden seluruh rakyat Indonesia. Bagi saudara-saudara yang membela 01 (Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin), tetap kau akan saya bela. Saya sudah dan akan menjadi presiden seluruh Indonesia," lanjut dia.

Usai mendeklarasikan kemenangannya, Prabowo bertakbir lalu bersujud syukur. Namun, deklarasi kemenangan Prabowo ini lagi-lagi tak juga didampingi Sandiaga Uno. Setelah sujud syukur, Prabowo kemudian masuk lagi ke rumahnya.

Baca: Prabowo Klaim Menang 62 Persen, Kemudian Sujud Syukur

Prabowo pergi dari Kertanegara lebih awal dari Sandiaga, yaitu pukul 22.03 WIB. Keluar melalui pintu gerbang sisi timur, Prabowo yang menumpangi mobil SUV putih langsung berdiri melalui sunroof terbuka di atap mobil itu. Ia menyapa ribuan pendukungnya yang telah tumpah ruah di depan rumah Kertanegara di hari pencoblosan ini.

Prabowo pun memberi gerakan hormat kepada para hadirin yang ada di lokasi, menangkupkan tangan seperti mengucapkan terima kasih, merentangkan kedua tangannya, komplit dengan simbol dua jari ala dukungan Prabowo-Sandi di masa kampanye pilpres 2019, dan sesekali menggamit uluran tangan yang ingin berjabat tangan dengannya.

"Presiden, presiden, presiden," teriak para hadirin berulang-ulang. "Prabowo presiden, Prabowo presiden," teriak yang lain.

Baca kelanjutannya: Kemana Sandiaga?



Read More

Peta Jokowi vs Prabowo di 34 Provinsi Versi QC Sementara Indo Barometer - detikNews







Jakarta

-
Hitung cepat (quick count)

Pilpres 2019

di berbagai daerah terus dilakukan. Berdasarkan quick count lembaga survei Indo Barometer, pasangan

Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin

dan

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

unggul secara bergantian.

[Gambas:Video 20detik]

Berikut data per Rabu (17/4/2019) pukul 23.24 WIB. Saat itu suara yang masuk 97,83%. Berikut peta pertarungan Jokowi vs Prabowo di 34 provinsi:

AcehJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 17,12%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 82,88%

Sumatera UtaraJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 49,71%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 50,29%




Riau

Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 38,49%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 61,51%

Sumatera BaratJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 9,12%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 90,88%

JambiJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 39,21%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,79%

BengkuluJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 47,37%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 52,63%

Sumatera SelatanJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 39,15%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,85%

LampungJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 49,98%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 50,02%

Kepulauan RiauJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 43,18%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 56,82%

Kepulauan Bangka BelitungJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 73,77%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 26,23%

BantenJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 37,05%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 62,95%

Jawa BaratJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 39,06%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,94%

JakartaJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 52,01%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 47,99%

Jawa TengahJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 78,51%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 21,49%

DI Yogyakarta

Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 68,09%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 31,91%

Jawa TimurJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 69,83%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 30,17%

BaliJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 91,00%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 9,00%

NTBJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 24,47%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 75,53%

NTTJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 86,49%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 13,51%

Kalimantan BaratJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 44,13%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 55,87%

Kalimantan TengahJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 50,29%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 49,71%

Kalimantan SelatanJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 39,09%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 60,91%

Kalimantan UtaraJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 64,95%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 35,05%

Kalimantan TimurJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 54,34%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 45,66%

Sulawesi UtaraJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 84,17%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 15,83%

GorontaloJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 44,66%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 55,34%

Sulawesi TengahJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 51,19%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 48,81%

Sulawesi BaratJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 47,49%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 52,51%

Sulawesi SelatanJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 41,22%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 59,78%

Sulawesi TenggaraJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 37,96%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 62,04%

Maluku UtaraJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 80,08%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 19,92%

MalukuJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 39,t5%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 62,38%

Papua BaratJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 70,64%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 20,36%

PapuaJoko Widodo-Ma'ruf Amin: 72,76%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 27,24%

Total:

Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 53,51%

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 46,49%

Simak Juga 'Jokowi Menang Hasil Quick Count, Hasto: Kemenangan Politik Putih':

[Gambas:Video 20detik]

Peta Jokowi vs Prabowo di 32 Provinsi Versi QC Sementara Indo Barometer



(jbr/fjp)



















Read More

Jokowi: Quick Count Sudah Kelihatan, tapi Sabar Tunggu KPU - detikNews







Jakarta

-
Capres Joko Widodo (Jokowi) meminta para pendukungnya tetap menunggu penghitungan resmi KPU atas hasil perolehan suara Pilpres 2019.

"Yang kedua, dari indikasi exit poll dan juga quick count tadi sudah kita lihat semua, tapi kita harus bersabar, bersabar menunggu penghitungan dari KPU secara resmi," kata Jokowi dalam pernyataannya di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakpus, Rabu (17/4/2019).

 Jokowi Jumpa Pers

Jokowi Gelar Jumpa Pers (Ray Jordan/detikcom)

Jokowi, yang didampingi cawapres Ma'ruf Amin dan elite parpol koalisi, menyampaikan apresiasi terhadap KPU, Bawaslu, dan DKPP. Pemilu Serentak 2019 dinilai sudah berjalan dengan jujur dan adil.

"Terima kasih juga kita sampaikan kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan keamanan dan ketertiban sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Tonton Data Sementara! Hitung Cepat Pilpres 2019:

[Gambas:Video 20detik]

Jokowi: Quick Count Sudah Kelihatan, tapi Sabar Tunggu KPU



(fdn/tor)



















Read More

Jokowi Unggul Jauh dari Prabowo di TPS Sendiri - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Capres nomor urut 01 Joko Widodo (

Jokowi

) berhasil unggul di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempatnya menggunakan hak pilih suara

Pemilu 2019

hari ini.

Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 109 suara di TPS 008, RW 02, Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat.

Sementara itu, rival politiknya yakni paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 46 suara.

Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya ada 156 dari daftar pemilih yang terdaftar mencapai 235 orang. Sementara itu dari proses penghitungan diketahui ada suara tidak sah ada satu.

Lokasi TPS tempat Jokowi dan istrinya, Iriana, mencoblos tersebut berada di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Letaknya berada di belakang Istana Kepresidenan.

Sehari sebelum pencoblosan, kepada CNNIndonesia.com, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 008 Hamdy Basjar mengatakan DPT di tempatnya mencapai 198 orang termasuk Jokowi dan Iriana.

Hari ini pemungutan suara Pemilu 2019 serentak dilakukan diseluruh wilayah Indonesia. Dalam Pemilu 2019, masyarakat Indonesia tidak hanya memilih capres dan cawapres tetapi juga para legislatif. Ada lebih dari 192 juta orang terdaftar sebagai DPT. Mereka yang berada di Indonesia, akan memilih di 810.329 TPS yang dijaga oleh 7,2 juta panitia pemilu.

[Gambas:Video CNN] (adp/kid)






Read More

Selasa, 16 April 2019

Jokowi Sibuk Rekam Video saat Raja Salman Bicara - INDONESIAINSIDE.ID




Oleh: Ahmad ZR


Indonesiainside.id, Jakarta — Di sela-sela melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Salman menggelar pertemuan bilateral di Istana Pribadi Raja (al-Qasr al-Khas). Pertemuan tersebut diawali dengan jamuan makanan khas Arab Saudi yang telah disiapkan oleh pihak kerajaan.


Namun, sebelum menyantap jamuan yang telah dihidangkan, Jokowi yang berada tepat di sebelah Raja Salman, merekam momen tersebut dalam durasi sekitar 1 menit 30 detik melalui kamera video ponselnya. Raja Salman sempat memperhatikan ulah Jokowi itu, namun mantan wali kota Solo itu tetap fokus pada ponselnya.


Hingga akhirnya dalam video tersebut Raja Salman mengalihkan perhatian dari Jokowi dan berbicara dengan asistennya. Di saat Raja Salman sedang berbincang-bincang, Jokowi masih tertuju pada kamera ponsel hingga video yang ia buat usai.





Jokowi dan istrinya, Iriana, beserta anak-anak mereka berkunjung ke Arab Saudi. Mereka tiba di negeri padang pasir itu pada pukul 08.50 waktu setempat atau pukul 12.50 WIB, Ahad (14/4).


Kedatangan Jokowi dan rombongan disambut Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh; Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar al-Saud, serta; Menteri Perdagangan dan Investasi, Majid Bin Abdullah al-Qasabi, di Bandara Internasional King Khalid Riyadh.


“Di ibu kota Kerajaan Arab Saudi ini saya hendak bertemu dan bersantap siang bersama Raja Salman bin Abdulaziz di istana, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman,” tulis Jokowi dalam akun Instagram miliknya, Ahad (14/4) lalu.


Selain menunaikan ibadah umrah, kunjungan Jokowi ke Arab Saudi kali ini juga untum memenuhi undangan Raja Salman. Jokowi pulang ke Tanah Air Senin (15/4) kemarin. (AIJ)





Read More

Jokowi (Cancer) VS Prabowo (Libra), seperti Apa Gaya Memimpin Keduanya Berdasarkan Zodiak? - Okezone







BANYAK sekali cara yang bisa dilakukan untuk meneliti gaya kepemimpinan seseorang. Salah satu cara yang bisa dicoba yaitu dengan melihat zodiaknya. Dengan melihat zodiak, kita bisa lebih tahu akan kepribadian dan kemampuan diri, termasuk kemampuan untuk memimpin orang lain.

Tahukah Anda bahwa Jokowi mempunyai zodiak Cancer dan Prabowo memiliki zodiak Libra. Kedua calon presiden ini memiliki dua zodiak yang berbeda, setiap zodiak juga mempunyai gaya masing-masing.


Kita akan membahas tentang cara kepemimpinan yang akan dilakukan oleh kedua calon presiden ini menurut zodiak yang mereka punya. Berikut ini ulasan lengkap gaya kepemimpinan Anda berdasarkan zodiak, seperti dikutip dari astrostyle pada Selasa, (16/4/2019):

Baca Juga: Meme-Meme Master Chef Indonesia yang Bikin Ngakak, Chef Juna Jadi Bulan-Bulanan


1. Jokowi (Cancer)

Cancer adalah orang yang peduli, pemelihara, dan mereka suka melakukan segala sesuatu dengan "Gaya Keluarga." Sebagai pemimpin, Cancer menciptakan lingkungan yang terasa sangat Privasi. Mereka akan sangat teliti dengan apa yang mereka kerjakan. Cancer juga sangat berkerja keras. Cancer akan membangun lingkungan untuk masa depan yang maju.Cancer juga akan melindungi orang-orang yang mereka percayai. Mereka akan berperang dengan siapa pun yang mengancam wilayah Kepemimpinannya.

Sebagai pemimpin, Zodiak ini dapat mengatasi segala masalah yang didapatnya dengan rutinitas "la familia" (Keluarga). Cancer juga tipe orang yang loyalitasnya tinggi sehingga dekat dengan Masyarakat. Cancer juga bisa takut pada perubahan yang akan dilakukan oleh mereka sehingga mereka akan sangat teliti dengan apa yang akan mereka lakukan.

2. Prabowo (Libra)


 


Zodiak ini sangat menjaga keharmonisan Komunikasi mereka pada masyarakat atau bisa dibilang mereka sebagai pemimpin sangat senang dekat dengan masyarakat, Libra juga senang berhubungan baik dengan orang lain. Kemampuan Libra untuk bermitra dengan siapapun membuat Libra diperlukan banyak orang. Rasa keadilan yang dipunyai Libra dapat membuatnya menjadi pemimpin yang adil dan diplomatik.


Libra yang punya pikiran luas juga dapat banyak tantangan dalam kekuasaan atau pemerintahan social yang mereka jalani. Meskipun Libra ingin semuanya baik-baik saja, Libra mungkin akan berusaha keras untuk disukai. Insting yang cukup sensitif Libra dapat membuatnya mengambil keputusan sendiri, mengabaikan apa kata orang dan menghindari konflik.


Baca Juga: Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia


Itulah sedikit bahasan tentang gaya kepemimpinan kedua calon presiden berdasarkan zodiak. Gimana, sudah mantap untuk gunakan hak suaramu di Pemilu 2019 esok hari?

















Read More

Jokowi Sempat Bingung Saat Sholat di Dalam Kabah - Dream



Akan dikenang di dalam ingatannya.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan pengalamannya ketika sholat di dalam Kabah. Dia menyebut sempat gamang ketika harus menghadap ke arah mana.


" Dan akhirnya saya ingat: ini di dalam Kakbah. Saya bisa sholat menghadap ke arah mana saja," kata Jokowi, di Instagram pribadinya @jokowi, Selasa, 16 April 2019.


Jokowi menyebut, tak pernah terbayangkan dalam hidupnya mendapat kesempatan istimewa itu. Salah satu momen istimewa lain yang dia rasakan yaitu melihat ribuan orang dari berbagai bangsa sedang menjalankan tawaf.


Jokowi bercerita, di dalam ruangan Kabah dia berdoa bersama istri, Iriana, dan anak-anaknya, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.


" Menjelang subuh saya telah berada di dalam Kakbah, di ruangan kosong yang sedikit gelap, bersama istri dan anak-anak. Saya kemudian menunaikan salat sunnah dua rakaat ke arah empat penjuru," ucap dia.


Ketika menuruni tangga turun Kabah, Jokowi dan keluarga disambut azan Subuh yang berkumandang di Masjidil Haram. Dia menyebut, peristiwa ini sebagai salah satu yang lekat dalam ingatannya.




2 dari 6 halaman




Read More

Senin, 15 April 2019

Jokowi Umrah, Fahri Hamzah Singgung Soal Niat, Fadli Zon Sebut Prabowo Sudah Duluan Masuk Ka'bah - Tribunnews


Jokowi Umrah, Fahri Hamzah Singgung Soal Niat, Fadli Zon Sebut Prabowo Sudah Duluan Masuk Ka'bah


TRIBUNNEWS.COM - Di masa tenang jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada Rabu (17/4) lusa, Capres 01, Joko Widodo (Jokowi) memilih terbang ke tanah suci untuk beribadah umrah.


Tak sendiri, ia membawa serta sang istri, Iriana dan kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.


Mereka tiba di Arab Saudi pada Minggu (14/4/2019) pagi dan sempat bertemu dengan Raja Salman yang merupakan Raja Arab Saudi.


Dikutip Tribunnews.com dari akun Instagram @jokowi, Presiden RI beserta keluarganya ini sempat dijamu oleh Raja Arab Saudi tersebut.


Baca: Ini TPS Tempat Jokowi, Prabowo, Maruf Amin, dan Sandiaga Uno Akan Mencoblos


"Saya -- Ibu Negara, Gibran dan Kaesang -- siang ini bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Pribadi Raja di Riyadh, Arab Saudi.


Beliau menyambut kami di halaman depan istana dengan hangat. Raja Salman yang dua tahun lalu berkunjung ke Indonesia, terlihat sehat dan bugar. “Saya juga senang Presiden Jokowi bisa memenuhi undangan saya,” katanya," tulis Jokowi sebagai caption.


Jokowi dan keluarganya bahkan dijamu dengan hidangan khas negeri Arab seperti sup harira, daging iga sapi, dan nasi mandhi.


Atas jamuan istimewa tersebut, Jokowi pun mengucapkan banyak terima kasih.


"Seusai berbincang di ruang utama, kami dijamu santap siap dengan menu khas Arab Saudi seperti sup harira, daging iga sapi, atau nasi mandhi dengan ayam. Syukur Alhamdulillah.




Read More