Tampilkan postingan dengan label Penampakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penampakan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2019

Penampakan Ayu Ting Ting Berhijab Sepulang Umrah, Via Vallen Pamer Jari Usai Mencoblos Pilpres 2019 - Banjarmasin Post


BANJARMASINPOST.CO.ID - Penampakan Ayu Ting Ting berhijab sepulang umrah, Via Vallen pamer jari setelah mencoblos di Pilpres 2019.


Ayu Ting Ting tampil tak seperti biasanya saat mencoblos pada pemilu (pemilihan umum) 2019. Lihat juga gaya Via Vallen saat memberikan suaranya.


Hari ini rakyat Indonesia merayakan pesta demokrasi lewat pemilihan umum. Begitu pula dengan dua pedangdut tanah air, Ayu Ting Ting dan Via Vallen yang sama-sama mendatangi tempat pemungutan suara atau TPS.


Baik Ayu Ting Ting maupun Via Vallen sama-sama membagikan potret saat mereka pamer jari yang telah dicelupkan tinta tanda telah mencoblos.


Baca: Veronica Tan Ungkap Hal Spesial Usai Coblos Setelah Ahok BTP & Puput Nastiti Devi Memilih di Jepang


Baca: Kabar Duka dari Ashanty Saat Pilpres 2019, Istri Anang Hermansyah Sebut Nama Dynand Fariz


Baca: Bercerai dari Gisella Anastasia, Gading Marten Alami Kesulitan Ini, Sampai Curhat ke Jokowi


Melansir dari Grid.ID Rabu (17/04/2019) Ayu Ting Ting bersama keluarganya mendatangi TPS 09 sekitar pukul 08.58 WIB.


TPS ini terletak di kawasan Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Depok, Jawa Barat.


Wanita berusia 26 tahun ini tampak mengenakan pakaian dan celana bercorak berwarna pink.


Lengkap dengan kerudung berwarna pink pula.


Ya, tak seperti biasanya, Ayu Ting Ting rupanya memilih untuk mengenakan penutup kepala di hari pemungutan suara ini.


Saat akan memasuki kawasan TPS, Ayu Ting Tung mengeluarkan surat C6 nya dan menunjukkannya ke awak media.




Read More

Selasa, 16 April 2019

Penampakan 'Hujan' di Matahari Mirip Roda Berputar dan Sangat Panas - Pos Belitung


Di Matahari Juga Bisa "Hujan", Begini Penampakannya


posbelitung.co - Mungkinkah di matahari turun hujan? Jika iya, apakah hujan di sana juga berupa tetesan air?


Pertanyaan ini akhirnya terjawab setelah para ilmuwan NASA mendeteksi kemunculan "hujan plasma" mengalir di permukaan matahari.


Hujan yang tentunya bukan berupa air itu akhirnya dapat menjelaskan mengapa atmosfer di permukaan matahari lebih panas dibanding permukaan bintang.


Kalau hujan di Bumi jatuh ke tanah berupa air, maka hujan di matahari bentuknya lebih mirip roda berputar dan berupa tetesan plasma panas yang jatuh dari atmosfer luar matahari (korona) ke bawah menuju permukaan bintang.


Meski memiliki bentuk berbeda, data baru yang dikumpulkan teleskop resolusi tinggi Solar Dynamics Observatory NASA menunjukkan bahwa hujan plasma di korona cara kerjanya mirip dengan hujan di Bumi, hanya ada beberapa pengecualian.


Bedanya dengan hujan di Bumi, hujan plasma matahari memiliki suhu sangat panas yang mencapai mencapai jutaan derajat Celsius.


Selain sangat panas, plasma merupakan gas bermuatan listrik dan dapat melacak garis-garis medan magnet atau loop yang muncul di permukaan matahari.


Melansir Space.com, Selasa (16/4/2019), para ahli menemukan bahwa suhu plasma bisa mencapai 1 juta derajat Celsius. Plasma super panas ini dapat memperluas area loop dan berkumpul di struktur puncak.


Ketika plasma mendingin, ia akan mengembun dan gravitasi menariknya ke bawah menciptakan hujan di korona.




Read More